Current Articles | Categories | Search

RAKER PERPUSNAS 2012 DAN PERPUSTAKAAN PROKLAMATOR BUNG KARNO

 
Blitar--Kepala Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) Hj. Sri Sularsih membuka secara resmi rapat kerja Perpusnas, Rabu (15/2) di Hotel Grand Mansion kota Blitar, Jawa Timur. Hadir dalam kesempatan itu Sekretaris Daerah Kota Blitar Iswanto, Sekretaris Utama Perpusnas Dedi Junaedi, para Deputi Perpusnas dan seluruh jajaran Perpusnas, termasuk Pustakawan Utama yang juga mantan Kepala Perpusnas Dady P. Rachmananta. Acara yang bertujuan untuk mengevaluasi program dan kegiatan di tahun 2011, pemantapan program dan kegiatan tahun 2012, serta perencanaan program dan kegiatan di tahun 2013 itu diselenggarakan selama 4 (empat) hari, yang diagendakan juga kegiatan silaturahmi dengan jajaran perpustakaan proklamator Bung Karno di Blitar yang dikomandani Suyatno.

Raker Perpusnas yang diselenggarakan cukup menarik ini, diselingi dengan paduan suara Sektama yang menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Perpusnas yang cukup menarik. Kepala Perpusnas dalam sambutan penutupannya mengatakan sangat bangga dan memberikan apresiasi atas dedikasi seluruh peserta raker, yang selama tiga hari mengikuti dengan keseriusan, cermat, semangat dan antusias mengikuti rangkaian rangkaian kegiatan sebagaimana telah terjadual dengan baik. "Semua yang kita lakukan ini adalah merupakan panggilan tugas sebagai aparatur yang mengemban tugas pokok dan fungsi melaksanakan pengembangan perpustakaan di seluruh negeri yang kita cintai ini sebagai salah satu komponen dalam pembangunan menuju masyarakat yang sejahtera lahir dan batin," ungkapnya.

Kepala Perpusnas lebih lanjut mengatakan, dengan raker yang diselenggarakan di UPT (Unit Pelaksana Teknis) Perpusnas ini dapat membawa manfaat bagi kemajuan Perpusnas dalam upaya pencapaian pembinaan dan pengembangan perpustakaan dan peningkatan kegemaran membaca. Selama raker berlangsung, meski terdapat kemajemukan, ujarnya, ide/gagasan maupun pendapat tentu semuanya itu adalah merupakan cermin dari perkembangan demokratisasi dalam upaya memadukan, memantapkan dan menyamakan pemikiran kita dalam memajukan Perpusnas yang kita cintai bersama. “Namun saya tetap melihat nuansa keakraban diantara peserta yang selalu mengedepankan kekerabatan yang kuat sebagai keluarga besar Perpusnas,” tegasnya.

Sri Sularsih menguraikan bahwa kemajemukan dan perbedaan pendapat kita jadikan sebagai media inventarisasi kelemahan dan kekurangan dalam merevitalisasi kembali segala bentuk program dan kegiatan yang telah kita laksanakan yang dapat melahirkan gagasan segar yang inovatif dan konstruktif dalam memajukan Perpusnas sebagai pembina semua jenis perpustakaan.

Kepala Perpusnas mengatakan, dari pemaparan masing-masing unit kerja serta mempertimbangkan saran dan pemikiran dari para nara sumber, bahwa dalam mewujudkan visi dan misi, tujuan dan sasaran yang telah kita rumuskan bersama, masih banyak ditemui kendala ataupun hambatan.
Sri Sularsih juga menyampaikan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian bersama, yaitu:
1. Perlu kita sikapi bersama bahwa amanah yang kita emban sebagai pembina semua jenis perpustakaan dapat terwujud apabila kita lebih dulu dapat membina diri sendiri, sebab itu, Kepala Perpusnas menghimbau agar hal-hal yang kecil menyangkut tugas dan tanggungjawab kita harus dapat dipertanggungjawabkan serta melakukan perbaikan terus menerus untuk penyempurnaan di masa depan.
2. Prinsip APBN setiap tahun adalah fungsi stimulasi ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, upaya percepatan tugas-tugas Perpusnas tidak harus selamanya bersifat swakelola akan tetapi ke depan perlu dilakukan outsourcing dengan pihak lain agar pencapaian kegiatan tersebut dapat lebih optimmal dan berhasil guna.
3. Penyerapan anggaran tahun 2012 perlu mendapatkan perhatian yang serius, tidak hanya pada terserapnya anggaran tetapi juga peningkatan akuntabilitasnya.
4. Dalam perencanaan program untuk prioritas, pelaksanaannya supaya lebih meningkatkan koordinasi, kolaborasi, kerjasama dan integrasi antara unit-unit kerja di lingkungan Perpusnas.

Harapannya terakhir, Kepala Perpusnas berharap hasil rapat kerja 2012 ini hendaknya dijadikan sebagai pedoman, panduan, dan acuan dalam pengembangan program dan kegiatan yang dapat dituangkan dengan seksama dalam rencana kerja lembaga sebagai pelaksanaan tahun ke-3 RPJMN ke-II tahun 2010-2014. “Semoga apa yang telah kita rumuskan dan menjadi komitmen bersama dalam forum penting ini dapat kita tindaklanjuti sebagai landasan operasional dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi unit-unit kerja di lingkungan Perpusnas.

Di akhir acara raker, seluruh peserta difasilitasi oleh Kepala UPT Perpustakaan Bung Karno Suyatno berkunjung ke gunung Kelud, candi Penataran, rumah Bung Karno, Wisata Belimbing, dan juga tarian tradisional jawa timuran yang tidak ketinggalan reog ponorogonya yang ditampilkan di amphi theaternya.***

Sumber: Perpustakaan Nasional

posted @ Wednesday, December 04, 2013 3:49 PM by AAL

Previous Page | Next Page